Jumat, 18 Juni 2010

Potensi Sumber Panas Bumi Di Kab Brebes

Sumber daya panas bumi yang terkandung dalam bumi Kabupaten Brebes sudah seyogyanya dimanfaatkan untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Kabupaten Brebes. Dengan pemanfaatan teknologi canggih bantuan satelit, sumber daya alam disuatu daerah bisa dideteksi secara detail, demikian juga halnya dengan kandungan sumber daya alam dan energi di wilayah Kabupaten Brebes. Seperti yang dilakukan oleh PT. Trienergy Jakarta yang meneliti kandungan sumber panas bumi di wilayah sekitar gunung Slamet yang menurut hasil penelitian didapat potensi sumber daya panas bumi yang cukup besar untuk pembangkit tenaga listrik. Potensi panas bumi yang terkandung di wilayah gunung Slamet ini bisa menghasilkan tenaga listrik 175 megawatt dengan luas wilayah 20,410 hektar yang akan membantu jaringan listrik Jawa-Bali.

Pemaparan hasil penelitian potensi panas bumi di wilayah Kabupaten Brebes ini disampaikan dihadapan Wakil Bupati H. Agung Widyantoro, SH. Msi beserta perwakilan DPRD, kepala SKPD dan perwakilan Camat di Kabupaten Brebes di aula Kantor Dinas Pengairan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Brebes, Selasa (20/4) oleh PT. Trienergy Jakarta. Potensi panas bumi yang terkandung di gunung Slamet dibawah kawasan hutan lindung yang masuk wilayah Kabupaten Brebes, Tegal, Banyumas, Pemalang dan Purbalingga ini memiliki daerah patahan bumi yang menyerap air masuk kedalam bumi. Diantara ke lima wilayah tersebut, yang memiliki potensi energi panas bumi terbesar adalah wialyah Kabupaten Brebes.

Wakil Bupati Brebes H. Agung Widyantoro, SH. Msi mewakili Pemerintah Kabupaten Brebes mendukung penuh upaya pemanfaatan sumber daya panas bumi di wilayah Brebes untuk kesejahteraan masyarakat. “Kebijakan Pemerintah Daerah harus bermuara pada kesejahteraan rakyat,” pungkasnya. Optimisme Pemkab Brebes untuk dapat memanfaatkan sumber panas bumi ini diungkapkan Wakil Bupati karena Brebes diundang dalam pembahasan finalisasi peraturan wialyah pertambangan oleh kementrian energi dan sumber daya mineral.

Untuk mendukung pemanfaatan sumber daya panas bumi ini, Pemkab Brebes bersama DPRD, Dinas Kehutanan dan pihak terkait lainnya akan segera membahas dalam rancangan Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten Brebes.

Untuk memenuhi kebutuhan energi listrik nasional, seluruh darah potensial panas bumi harus segera dikembangkan, salah satu daerah tersebut ialah Baturaden, Banyumas, Jawa Tengah yang mempunyai potensi cadangan terduga 185 Megawatt. Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam hal ini menerbitkan Surat Keputusan Nomor: 0129 K/30/MEM/2008 tentang penugasan Survey Pendahuluan Panas Bumi kepada PT. Trienergy Jakarta di daerah Baturaden mulai 1 Februari 2008.

Berdasarkan Peta Informasi Wilayah Penugasan, secara adiministratif terletak pada wilayah Kabupaten Banyumas, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes, Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Purbalingga. Adapun dilihat secara geografis berada pada koordinat 70 7’ 25.82820472” - 70 22’ 35.4909” LS dan 1090 19’ 18.59304 BT atau koordinat X=279,186.98 – 314,771.32 mT dan Y= 9,184,278.89 – 9,212,075.45 mU (UTM WGS 84 Zona 49 Southern) dengan luas area penyelidikan sekitar 28 x 35 km2.

Hasil survey geologi dan interpretasi foto udara didapatkan siklus erupsi dicirikan oleh pergantian antara dominasi erupsi pusat dan minor erupsi samping Gunung Slamet Tua maupun Gunung Slamet Muda. Siklus erupsi termuda berada di kawah utama (kawah pusat) Gunung Slamet sekarang ini. Karena itu, letak sumber panas diarea prospek panas bumi Baturaden – Gunung Slamet, diperkirakan berupa tubuh magma (batholite atau stock) yang berdimensi besar di bawah kawah utama (kawah pusat) Gunung Slamet.

Struktur sesar yang mengontrol sistem panas bumi Baturaden – Gunung Slamet terdiri dari suatu sesar normal utama dan tiga besar sesar mendatar normal. Zona reservoir diperkirakan terletak pada batuan vulkanik Slamet Tua (dan unknown volcanic rocks) berpermeabilitas tinggi pada kedalaman 1500 m di bawah permukaan.

Sementara hasil survey geologi dan foto udara didapatkan daerah panas bumi Baturaden dan sekitarnya dibagi menjadi 4 sistem akifer yaitu: 1). Sistem akifer dengan aliran melalui raung antar butir, 2). Sistem akifer dengan alira melalui rekahan dan ruang antar butir, 3). Sistem akifer denganaliran melalui channel, dan 4). Sistem akifer dengan aliran melalui media pori. Daerah imbuhan (recharge area) pada sistem panas bumi Baturaden – Gunung Slamet terutama menempati sistem akifer dengan aliran melalui ruang antar butir (debit 10 liter/detik) dan sistem akifer dengan melalui rekahan dan ruang antar butir (5-10 liter/detik). (KontributorHumas Brebes).


Sumber:
http://www.jatengprov.go.id/?mid=wartadaera&category=4242&document_srl=5909
18 Juni 2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar